• Silsilah Nabi dan Rasulullah SAW

    At Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dari Jabir ra; ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Wahai manusia, aku tinggalkan untuk kalian sesuatu yang jika kalian berpegang dengannya, pasti kalian tidak akan tersesat: Kitabullah dan keturunanku.” (Al Jami ash Shahih; hadits 3786).

  • Fakta Unik Tentang Ka'bah

    Ka’bah merupakan kiblat shalat bagi seluruh umat Muslim sedunia. Lokasi Ka’bah berada di dalam wilayah Masjidil Haram yang terletak di kota Makkah, Arab Saudi.

  • 40 Fakta Unik Tentang Islam

    Sebagian orang masih banyak yang meragukan tentang kebenaran agama islam, tak kecuali adalah mereka yang telah mengaku sebagai muslim.

  • K.H. Ahmad Rifa'i Arief

    K.H. Ahmad Rifa'i Arief (lahir 30 Desember 1942 – meninggal 16 Juni 1997 pada umur 54 tahun) adalah seorang kiai perintis dan pendiri Pondok Pesantren Daar el-Qolam, Pondok Pesantren La Tansa, Pondok Pesantren Sakinah La Lahwa, serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi/Sekolah Tinggi Agama Islam (STIE/STAI) La Tansa Mashiro.

  • Enta Eih

    Enta eih mesh kfaya aalaik Tegrahni haram aalaik ent eeih Enta laih dimooai habeebi tehoun aalaik Tab w laih ana radya enak tegrahni w roohi feek Tab w laih yaani eih radya beaazabi bain edaik (x2)

  • Just Believe In Your Dreams

    Percayalah pada apa yang anda rasakan di dalam. Dan memberikan impian anda sayap untuk terbang. Anda memiliki semua yang anda harapkan. Jika anda hanya percaya.

Friday, 11 October 2013

Posted by Aswad Firmansyah Hanafi
No comments | Friday, October 11, 2013


Menurut riwayat, sepanjang sejarah hidup manusia, bangunan Ka'bah mengalami 12 kali pembangunan dan renovasi.
Generasi 1. Ka'bah dibangun pertama kali oleh para Malaikat. Mereka membangunnya sekitar 2000 tahun sebelum Nabi Adam diciptakan, sebagai tempat thowafnya para malaikat di bumi.
Generasi 2. Ka'bah dibangun kembali oleh Nabi Adam  dengan bantuan para Malaikat. Abdullah bin Umar meriwayatkan, bahwa ketika menurunkan Adam ke bumi, Alloh berfirman kepada : "Sungguh, Aku menurunkanmu bersama dengan sebuah rumah yang disekelilingnya digunakan untuk thowaf sebagaimana 'Arasy-Ku; di sekitarnya dijadikan tempat sholat sebagaimana halnya dengan 'Arasy-Ku". (Perawinya shahih. Kitab Majmu' az-Zawaid).
 
Milyaran bintang-planet berthawaf mengililing pusat galaxi
Generasi 3. Sepeninggal Nabi Adam , Nabi Syits  membangun kembali Ka'bah dengan menggunakan tanah dan batu. Ka'bah ini berdiri sampai zaman Nabi Nuh . Pada zaman ini, Ka'bah rusak berat dan runtuh akibat terpaan angin taufan dan banjir besar.

Generasi 4. Ka'bah dibangun kembali oleh Ibrahim  dan Isma'il . Sewaktu Nabi Ibrahim  menempatkan dan meninggalkan Hajar dan Ismail di suatu lembah yang gersang di dekat Baitulloh (sekitar Masjidil Haram sekarang), reruntuhan bangunan Ka'bah sudah tidak ada bekasnya, tinggal fondasinya dalam kondisi terpendam tanah. Di tempat ini beliau berdoa, yang artinya: 

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّـتِي بِـوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَبَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ  رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلَـوةَ فَاجْعَلْ أَفْـئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْـوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ

Ya Tuhan kami, sungguh aku  menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur." (QS Ibrahim, [14]:37)


Setelah Nabi Ismail  dewasa, Nabi Ibrahim mengajaknya membangun kembali Ka'bah di atas fondasi yang sudah ada (QS Al-Baqrah,[2]:127). Fondasi ini sungguh luar biasa kuatnya dan mampu bertahan sampai sekarang, lebih dari 5000 tahun. Batu-batu temboknya diambil dari 5 gunung, yaitu gunung Hira', Tsabir, Labanan, Khair (keempatnya berada di tanah Haram) dan Thursina (Palestina). 
Keadaan Ka'bah berbentuk persegi empat. tingginya sekitar 4 meter; tidak beratap; dibuatkan 2 pintu yang menempel ke tanah, yakni pintu masuk di sebelah rukun Hajar Aswad dan pintu keluar di sebelah rukun Yamani. Di sebelah dinding antara rukun Syami dan Iraqi dibuatkan rumah kecil yang lebih dikenal dengan Hijir Ismail, sebsgsi tempat tinggal Nabi Ismail dan Siti Hajar.

Generasi 5. Ka'bah dibangun kembali oleh Suku Amaliqah setelah bangunan Ka’bah runtuh. Keadaannya sama seperti zaman Nabi Ibrahim.

Generasi 6. Ka'bah dibangun kembali oleh suku Jurhum setelah mengalami kerusakan.

Generasi 7Qushay bin Kilab, Datuk Rosululloh, merenovasi dan memperbaharui bangunan Ka'bah yang rusak. Keadaannya sama seperti zaman Nabi Ibrahim, hanya ada perubahan pada ukuran dindingnya.

Generasi 8. Ka'bah direnovasi oleh kaum Quraisy pada tahun 606 M atau tahun ke-18 sebelum hijrah, ketika itu Nabi berusia 35 tahun. Istimewanya, pembangunannya hanya melibatkan orang-orang yang bersih (adil, tidak zhalim), dengan dana yang juga bersih dari riba dan haram. Dalam renovasi ini diadakan beberapa perobahan :

a)  Meninggikan pintu utama Ka'bah (sebelah multazam) sekitar satu meter dari tanah, 

b) Menutup pintu (mustajar) di samping rukun Yamani, 

c) Memberi atap Ka'bah, agar terhindar dari pencurian atas barang milik Ka'bah, 

d) Membuatkan "talang" saluran air di atas Hijir Ismail, 

e) Meninggikan bangunan Ka'bah yang tadinya setinggi 4,5 m menjadi 8 meter. Keistimewaan lainnya adalah keikutsertaan Nabi yang dipercaya oleh kaumnya untuk meletakkan Hajar Aswad di tempat yang semestinya.
Generasi 9. Ka'bah direnovasi total oleh Abdulloh bin Zubair, walikota Makkah pada saat itu tahun 65 H / 683 M, setelah bangunannya rusak berat dan hampir runtuh akibat lontaran batu manzaniq tentara Yazid bin Mu'awiyah (khalifah kedua Bani Umaiyah) pimpinan Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi. Perubahan besar pada generasi ini adalah :
a) Pintu Ka'bah mustajar di sebelah rukun Yamani dibuka kembali, 
b) Ka'bah ditinggikan menjadi 15 meter, 
c) Dibuatkan tangga naik ke loteng dengan dihiasi emas.
Generasi 10. Ka'bah direnovasi oleh Hajjaj bin Yusuf atas izin Khalifah Abdul Malik bin Marwan (khalifah ke-5 Bani Umaiyah) pada tahun 74 H / 693 M. Pintu Ka'bah mustajar ditutup, dengan alasan untuk mengembalikan keadaan Ka'bah di zaman Jahiliyah/Quraisy.
Generasi 11. Tanggal 19-20 Sya'ban 1039 H / 1630 M hujan terus menerus, sehingga  terjadi banjir besar yang meruntuhkan sebagian dinding dan atap Ka'bah. Sultan Murad IV Al-Usmani dari kerajaan Turki Usmani merenovasi Ka'bah secara total pada tahun 1040 H. Bentuk dan ukuran Ka'bah sebagaimana keadaannya sekarang.
Banjir besar di Masjidil Haram dan Ka'bah
Generasi 12. Semasa Raja Fahd bin Abdul Aziz, Ka'bah direnovasi secara menyeluruh pada tahun 1417 H, yang meliputi penguatan fondasi, pembuatan kran dan saluran air, memplitur dinding, menambal lubang dinding yang menganga, mengganti atap dan menjadikan dua tingkat, yang dikerjakan oleh kontraktor Bin Laden.
 Kondisi bangunan Ka'bah saat ini sebagai berikut:
Ukuran
Meter
Tinggi
14 m
Panjang dinding sisi multazam/pintu Ka’bah
12,84 m
Panjang dinding sisi Hijir Ismail
11,28 m
Panjang antara hijir Ismail dan Rukun Yamani
12,11 m
Panjang antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
11,52 m

Wednesday, 9 October 2013

Posted by Aswad Firmansyah Hanafi
No comments | Wednesday, October 09, 2013


Para Penghulu Wanita di Surga
(Fatimah Az Zahra, Asiyah istri Fir’aun, Maryam binti ‘Imran ibunda nabi Isa AS, serta Khadijah binti Kuwalid istri Rasulullah SAW).

Fatimah (sa) adalah salah seorang puteri Rasulullah SAW. Ia merupakan wanita yang paling mulia kedudukannya dan beliau adalah salah satu dari 4 penghulu wanita yang dipilih oleh Allah SWT (Fatimah Az Zahra, Asiyah istri Fir’aun, Maryam binti ‘Imran ibunda nabi Isa AS, serta Khadijah binti Kuwalid istri Rasulullah SAW).

Rasulullah SAW berkata kepada putrinya, “Berbahagialah. Demi Allah, engkau adalah penghulu kaum perempuan penghuni surga.”

Bertanya Fatimah (sa) kepada ayahnya, “Lalu bagaimana kedudukan Asiyah binti Muzahim istri Fir’aun dan Maryam binti ‘Imran (ibunda nabi Isa AS)?”. Rasulullah SAW kemudian menjawab, “Asiyah (istri Fir’aun) adalah penghulu kaum perempuan pada zamannya, demikian pula Maryam binti ‘Imran. Sementara engkau adalah penghulu kaum perempuan pada zamannya. Kalian  berada di rumah dari emas yang disitu tidak ada penderitaan, kegaduhan dan kelelahan,” jawab Rasulullah. Selanjutnya beliau bersabda, “Cukuplah dengan anak pamanku. (maksudnya ‘Ali ibn Abi Thalib KW). Demi Allah, aku telah menikahkanmu dengan penghulu di dunia dan di akhirat.”

Kemuliannya diperoleh sejak menjelang kelahirannya, ketika kelahirannya ditolong oleh 4 wanita suci.  Bahkan sejak masih dalam kandungan Fatimah (sa) sudan memiliki beberapa kharamah. Diantaranya adalah Fatimah (sa) sering menghibur dan mengajak bicara ibunya sejak beliau masih dalam kandungan.

 Rasulullah SAW bersabda:
“Jibril AS datang kepadaku dengan membawa buah apel dari surga, kemudian aku memakannya lalu aku berhubungan dengan Khadijah, lalu ia mengandung Fatimah.”

Khadijah RA berkata:
“Aku hamil dengan kandungan yang ringan. Ketika engkau keluar rumah, bayi dalam kandunganku mengajakku berbicara. Ketika aku akan melahirkan bayiku, aku mengirim utusan pada perempuan-perempuan Quraisy untuk dapat membantu melahirkan bayiku, tetapi mereka tidak mau datang, bahkan mereka berkata: Kami tidak akan datang untuk menolong isteri Muhammad. Maka ketika itulah datang 4 perempuan berwajah cantik dan bercahaya, dan salah satu dari mereka berkata: Aku adalah ibumu Hawa’; yang satu lagi berkata: Aku adalah Asiyah binti Muzahim; yang lain berkata: Aku adalah Kaltsum saudara perempuan Musa; dan yang lain lagi berkata: Aku adalah Maryam binti Imran ibunda Isa. Kami datang untuk menolong urusanmu ini. Kemudian Khadijah berkata: Maka lahirlah Fatimah dalam kedaan sujud dan jari-jarinya terangkat seperti orang sedang berdoa.” (Dzakhâir Al-‘Uqbâ, halaman 44)

Menjelang usia 5 tahun, Fatimah (sa) ditinggal wafat oleh ibunda tercintanya. Sehingga ia harus menggantikan posisi ibunya, membantu dan menolong Rasululah SAW, sehingga ia mendapat gelar Ummu Abiha (ibu dari ayahnya). Tidak jarang Fatimah (sa) menyaksikan ayahnya disakiti orang-orang kafir Quraisy. Ia tabah dan bersabar saat-saat menyaksikan ayahnya menghadapi ujian yang berat akibat perilaku orang-orang kafir Quraisy.

Gelar AZ ZAHRA’  bagi Fatimah (sa)
Abban bin Tughlab pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): Mengapa Fathimah digelari Az-Zahra’? Ia menjawab: “Karena Fathimah (sa) memacarkan cahaya pada Ali bin Abi Thalib tiga kali di siang hari.”

Pertama, ketika ia melakukan shalat sunnah di pagi hari, dari wajahnya memancar cahaya putih sehingga cahayanya memancar dan menembus ke kamar banyak orang di Madinah, sehingga dinding rumah mereka diliputi cahaya putih. Mereka heran atas kejadian itu, lalu mereka datang kepada Rasulullah SAW dan menanyakan apa yang mereka saksikan. Kemudian Rasulullah SAW menyuruh mereka datang ke rumah Fathimah. Lalu mereka mendatanginya, dan ketika sampai di rumahnya, mereka melihat Fathimah sedang shalat di mihrabnya. Mereka melihat cahaya di mihrabnya, cahaya itu memancar dari wajahnya, sehingga mereka tahu bahwa cahaya yang mereka saksikan di rumah mereka adalah cahaya yang terpancar dari wajah Fathimah (sa).

Kedua, yaitu ketika Fathimah (sa) melakukan shalat sunnah di tengah hari. Cahaya kuning memancar dari wajahnya, cahaya itu menembus ke kamar rumah orang banyak, sehingga pakaian dan tubuh mereka diliputi oleh cahaya berwarna kuning. Lalu mereka datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya tentang apa yang mereka saksikan. Rasulullah SAW pun menyuruh mereka datang ke rumah Fathimah (sa). Saat itu mereka melihat beliau sedang berdiri dalam shalat sunnah di mihrabnya, dengan cahaya kuning yang memancar dari wajahnya, ayahnya, suaminya dan anak-anaknya. Sehingga mereka tahu bahwa cahaya yang mereka saksikan itu adalah berasal dari cahaya wajah Fathimah (sa).

Ketiga, yaitu ketika Fathimah (sa) melakukan shalat sunnah di punghujung siang saat mega merah, yaitu ketika matahari telah tenggelam. Saat itu, wajah Fathimah (sa) memancarkan cahaya merah sebagai tanda bahagia dan rasa syukur kepada Allah Azza wa Jalla. Cahaya itu menembus ke kamar orang banyak sehingga dinding rumah mereka memerah. Mereka heran atas kejadian itu. Kemudian mereka datang lagi kepada Rasulullah SAW dan menanyakan kejadian tersebut. Rasulullah SAW menyuruh mereka datang ke rumah Fathimah (sa). Ketika sampai di rumah Fathimah, mereka melihat beliau sedang duduk bertasbih dan memuji Allah, lalu mereka melihat cahaya merah memancar dari wajahnya. Sehingga mereka tahu bahwa bahwa cahaya yang mereka saksikan itu berasal dari cahaya wajah Fathimah (sa). Cahaya-cahaya itu selalu memancar di wajahnya, dan cahaya itu diteruskan oleh putera dan keturunannya yang suci hingga hari kiamat.” (Bihârul Anwar 43: 11, hadis ke 2)

Fatimah (sa) digelari penghulu semua wanita
Fatimah (sa) mendapat gelar penghulu semua perempuan (sayyidatu nisâil ‘alamîn). Aisyah RA berkata: Fatimah (sa) datang kepada Rasulullah SAW dengan berjalan seperti jalannya Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW mengucapkan: “Selamat datang duhai puteriku.” Kemudian beliau mempersilahkan duduk di sebelah kanan atau kirinya, kemudian beliau berbisik kepadanya. Lalu Fatimah menangis. Kemudian Rasulullah SAW bertanya: “Mengapa kamu menangis?” Kemudian Rasulullah SAW berbisik lagi kepada Fatimah. Lalu Fatimah tertawa dan berkata: “Aku tidak pernah merasakan bahagia yang paling dekat dengan kesedihan seperti hari ini.” Lalu aku (Aisyah) bertanya kepada Fatimah tentang apa yang dikatakan oleh Rasulullah SAW. Fatimah menjawab: “Aku tidak akan menceritakan rahasia Rasulullah SAW ini sampai beliau wafat.” Aku bertanya lagi kepadanya, lalu ia berkata: (Rasulullah SAW berbisik kepadaku):

“Jibril berbisik kepadaku (Rasulullah SAW), Al-Qur’an akan menampakkan padaku setiap setahun sekali, dan ia akan menampakkan padaku tahun ini dua kali, aku tidak melihatnya kecuali datangnya ajalku, dan engkau adalah orang pertama dari Ahlul baitku yang menyusulku.” Lalu Fatimah menangis. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Tidakkah kamu ridha menjadi penghulu semua wanita ahli surga atau penghulu semua isteri orang-orang yang beriman?” (Shahih Bukhari, kitab Awal penciptaan, bab tanda-tanda kenabian dalam Islam; Musnad Ahmad 6: 282, hadis ke 25874)

Saturday, 5 October 2013

Posted by Aswad Firmansyah Hanafi
No comments | Saturday, October 05, 2013
Saat menjelang wafat, Nabi Nuh a.s memanggil anak-anaknya untuk menghadap beliau. Maka Sam a.s segera datang menemuinya, namun kedua saudaranya tidak muncul yaitu Ham dan Yafits. Akibat dari ketidakpatuhan Ham dan Yafits, Allah kemudian menurunkan ganjaran kepada mereka. Yafits yang tidak datang karena lebih memilih berdua dengan istrinya (berhubungan suami istri) kemudian melahirkan anak bernama Sannaf. Kelak kemudian Sannaf menurunkan anak yang ganjil. Ketika dilahirkan, keluar sekaligus anak-anak dalam wujud kurang sempurna. Selain itu ukuran besar dan bobot masing-masing juga berbeda, ada yang fisiknya besar sedangkan lainnya kecil. Untuk selanjutnya yang besar kemudian terus tumbuh hingga melebihi ukuran normal (raksasa), sebaliknya yang bertubuh kecil terus kecil seperti liliput. Mereka kemudian dikenal sebagai Ya’juj dan Ma’juj. 
Selain wujudnya yang ganjil, Ya’juj dan Ma’juj mempunyai nafsu makan yang melebihi normal. Padahal bilamana mereka makan tumbuhan tertentu maka tumbuhan itu akan berhenti tumbuh sampai kemudian mati. Demikian pula bila minum air dari suatu tempat maka airnya tidak akan bertambah lagi. Sehingga banyak sumber-sumber air dan sungai menjadi kering karenanya. Masyarakat di sekitar mereka pun harus menanggung dampaknya yaitu krisis pangan dan air. 
Karena interaksi sosial yang tidak kondusif akibat masalah yang dibawa oleh Ya’juj dan Ma’juj ini maka mereka kemudian cenderung mengisolasi diri di suatu celah gunung di tengah-tengah komunitas induk bangsa-bangsa keturunan Yafits lainnya, yang antara lain meliputi bangsa: Armenia, Rusia/Slavia, Romawi dan Turk di wilayah-wilayah luas seputar Laut Hitam. Namun bilamana mereka membutuhkan makan dan minum, akan keluar secara serentak bersama-sama ke daerah-daerah sekitarnya yang masih belum tersentuh oleh mereka sebelumnya. Karena kondisi fisiknya, mereka mampu menempuh perjalanan jauh dalam waktu relatif lebih pendek dibandingkan oleh manusia normal. Bagi golongan raksasa karena mereka mampu melangkah dengan jangkauan lebar sedangkan golongan liliput adalah karena sedemikian ringan bobotnya terhadap gravitasi bumi sehingga bila berjalan sangat cepat seperti meluncur bersama angin. 
Pada puncak keresahan masyarakat pada masa itu, Allah SWT kemudian mengutus salah satu hambaNya yang berkulit kehitaman (tetapi bukan termasuk ras negro) dengan dua benjolan kecil (tidak bertulang tanduk) di kedua sisi keningnya yang sebenarnya lebih sering tak tampak karena tertutupi oleh surbannya yaitu Dzul Qarnain untuk menghadang laju Ya’juj dan Ma’juj yang telah menimbulkan kerusakan alam yang akan terus bertambah luas. 
"Berilah Aku potongan-potongan besi," hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua puncak gunung itu, berkatalah dzulqarnain,"Tiuplah (api itu)," Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata,"Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu." -Al Kahfi: 96-
Sesuai petunjuk Allah, Dzul Qarnain kemudian mengajak masyarakat di sekitar lokasi tempat tinggal Ya’juj dan Ma’juj untuk bersama-sama membuat dinding tembaga dan besi yang akan menutup satu-satunya lubang keluar masuk mereka. Setelah selesai, masyarakat yang sebelumnya tinggal di dekat dinding diajak untuk meninggalkan lokasi yang sudah kering tanpa air dan tumbuhan tersebut menuju ke tempat lain yang lebih layak untuk di huni.
"Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya." -Al Kahfi: 97- 
Ya’juj dan Ma’juj yang telah terkurung terus berupaya membuka dinding logam tersebut dengan segala cara, bahkan dengan menjilatinya karena mereka tahu bahwa benda apapun yang mereka sentuh dengan mulutnya akan berhenti tumbuh/bertambah, kering atau tergerus. Cara ini mampu membuat bagian-bagian dinding yang mereka sentuh menjadi tipis. Namun setiap kali akan berlubang, Allah mengembalikan lagi kondisinya seperti semula. Untuk bertahan hidup selama terkurung di balik dinding, Allah menumbuhkan sejenis lumut, sebagai satu-satunya tumbuhan yang dapat terus tumbuh dan justru makin bertambah banyak setiap kali dimakan oleh masyarakat Ya’juj dan Ma’juj.  
"Dzulqarnain berkata,"Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku. Dia akan menjadikannya hancur luluh, dan janji Tuhanku itu adalah benar." -Al Kahfi: 98-

Allah SWT juga mewahyukan kepada Dzul Qarnain bahwa dinding itu akan terjaga dan baru akan terbuka bila saatnya tiba yaitu kelak menjelang datangnya Hari Kiamat. Kemudian Allah menjadikan gaib (tidak terlihat) lokasi dinding tersebut.
"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi." -Al Anbiyaa: 96- 
Mereka berusaha untuk keluar dengan berbagai cara, hingga sampai saat matahari akan terbenam mereka telah dapat membuat sebuah lobang kecil untuk keluar. Lalu pemimpinnya berkata,'Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita pasti bisa keluar dari sini." Namun keesokkan harinya lubang kecil itu sudah tertutup kembali seperti sedia kala atas kehendak Allah. Mereka pun bingung tetapi mereka bekerja kembali untuk membuat lubang untuk keluar. Demikian kejadian tersebuat terjadi berulang-ulang. Hingga kelak menjelang Kiamat, di akhir sore setelah membuat lubang kecil pemimpin mereka berkata,“InsyaAllah, Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita pasti bisa keluar dari sini.” Maka keesokan paginya lubang kecil itu masih tetap ada, kemudian terbukalah dinding tersebut sekaligus kegaibannya dari penglihatan masyarakat luar sebelumnya. Dan Kaum Ya’juj dan Ma’juj yang selama ribuan tahun terkurung telah berkembang pesat jumlahnya akan turun bagaikan air bah memuaskan nafsu makan dan minumnya di segala tempat yang dapat mereka jangkau di bumi. 
Pada saat Ya'juj dan Ma'juj menyerang pada saat mendekati kiamat nanti dan saat itu masyarakat muslim termasuk Nabi Isa a.s yang telah terpojok di sebuah gunung (tur). Nabi Isa dan Umat muslim lalu bersama-sama berdoa kepada Allah agar terhindar dari masalah akibat perbuatan Ya’juj dan Ma’juj. Kemudian Allah SWT memerintahkan ulat-ulat yang tiba-tiba menembus keluar dari tengkuk Ya’juj dan Ma’juj yang langsung mengakibatkan kematian mereka secara serentak. 
WaAllahu 'Alam bish-showaab
Dari berbagai sumber. 


Posted by Aswad Firmansyah Hanafi
No comments | Saturday, October 05, 2013

Masjid Jin atau Al-Jin adalah masjid yang terletak di kota Makkah, Arab Saudi. Tepatnya di kampung Ma’la dan tidak jauh dari pemakaman kaum Muslim. Masjid Al-Jin sering juga dikenal dengan nama Masjid al-Bai’ah.

Masjid yang berada 1,5 km di sebelah utara Masjidil Haram ini nmemiliki luas sekitar 20×10 meter. Bangunan masjid bertingkat dua ini didominasi warna abu abu. Kaligrafi (seni tulisan Arab) yang mengutip Al-Quran, Surat Jin (ayat 1-9) menghiasi kubah masjid.
Ada kisah yang membuat masjid ini dinamakan Masjid Al-Jin atau Al-Bai’ah. Kisah ini terjadi di tahun kesepuluh kenabian Muhammad SAW. Saat itu beliau bersama para sahabat yang hendak pulang dari Thaif melaksanakan shalat Subuh di tempat ini.

Dalam kesempatan ini, Nabi Muhammad SAW melantunkan ayat-ayat Al-Quran Surat Ar-Rahmah yang diperdengarkan kepada para sahabat. Diriwayatkan pada saat itu, serombongan Jin yang sedang menuju Tihamah, terpukau dari makna Surat Ar-Rahman yang dilantunkan nabi Muhammad SAW. 

Para Jin itu pun menyatakan keislamannya dan berbaiat kepada nabi Muhammad SAW. Sejumlah riwayat mengungkapkan para Jin yang berbaiat kepada nabi Muhammad SAW berjumlah sembilan. Namun ada juga yang menyebutkan tujuh jin. Para jin itu berasal dari daerah yang berada di antara Suriah dan Iraq, Nasibain.

Peristiwa ini diabadikan dalam Alquran, Surat Al-Ahqaf, ayat 29 hingga 32:

“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Quran. Maka tatkala  mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: Diamlah kamu untuk mendengarkannya. Ketika pembacaan selesai, mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan,” (29)

“Mereka berkata: Hai kaum kami, seseungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus,” (30)

“Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih,” (31)

Dan orang-orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata,” (32)


Dengan kisah sejarah yang tersimpan, Masjid Al-Jin saat ini menjadi salah satu lokasi yang kerap didatangi para peziarah yang sedang melaksanakan ibadah haji dan umrah di tanah suci Mekah. Mereka terkadang menyempatkan untuk menunaikan shalat fardhu di masjid ini.
Posted by Aswad Firmansyah Hanafi
No comments | Saturday, October 05, 2013

SURGA
1.        SURGA FIRDAUS
Surga yang diperuntukan bagi orang yang khusyuk sholatnya, menjauhkan diri dari perbuataan sia-sia, aktif menunaikan zakat, menjaga kemaluannya, memelihara amanah, menepati janji, dan memelihara sholatnya. dalam Al-Qur’an terdapat pada surah (Al Kahfi, ayat 107) dan surah(Al Mu’minuun, ayat 9-11).
2.        SURGA ‘ADN
Surga yang diperuntukkan bagi orang yang bertakwa kepada Allah (An Nahl:30-31), benar-benar beriman dan beramal shaleh (Thaha:75-76), banyak berbuat baik (Fathir: 32-33), sabar, menginfaqkan hartanya dan membalas kejahatan dengan kebaikan (Ar-Ra’ad:22-23)
3.        SURGA NAIM
Surga yang diperuntukkan bagi orang-orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah dan beramal shaleh. dalam Al-Qur’an terdapat pada surah (Luqman, ayat 8) dan (Al Hajj, ayat 56)
4.        SURGA MA’WA
Surga yang diperuntukan bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah (An Najm: 15), beramal shaleh (As Sajdah: 19), serta takut kepada kebesaran Allah dan menahan hawa nafsu (An Naziat : 40-41)
5.        SURGA DARUSSALAM
Surga yang diperuntukkan bagi orang yang kuat imannya dan Islamnya, memperhatikan ayat-ayat Allah serta beramal shaleh. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala,“Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal sholeh yang selalu mereka kerjakan.” (QS. 6:127)
6.        SURGA DARUL MUQAMAH
Surga yang diperuntukkan bagi orang yang bersyukur kepada Allah. Kata Darul Muaqaamah berarti suatu tempat tinggal dimana di dalamnya orang-orang tidak pernah merasa lelah dan tidak merasa lesu. Tempat ini diperuntukkan kepada orang-orang yang bersyukur sebagaimana yg disebutkan di dalam surat (Faathir ayat 35).
7.        SURGA AL-MAQAMUL AMIN
Surga yang diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman (Ad Dukhan, ayat 51)
8.        SURGA KHULDI
Surga yang diperuntukkan bagi orang yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya (orang-orang yang bertakwa). Katakanlah: “Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang Telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa?” dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?” (Al Furqaan, ayat 15)

NERAKA
1.        NERAKA HAWIYAH
Diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya, yaitu mereka yang selama hidup di dunia mengerjakan kebaikan bercampur keburukan. Orang muslim laki-laki maupun perempuan yang perbuatan sehari- harinya tidak sesuai dengan ajaran Islam, maka Hawiyah sebagai tempat tinggalnya.Mereka ini yaitu orang yang tidak mau menerima syariat Islam, tidak mau memakai jilbab (bagi wanita), memakai sutra dan emas (bagi lak- laki), mencari rejeki dengan cara tidak halal, memakan riba dan lain sebagainya. Dalam Al-Qur’an terdapat pada surah (Al-Qori’ah ayat 8-11)
2.        NERAKA JAHIM
Neraka sebagai tempat penyiksaan atas orang-orang musyrik atau orang-orang yang menyekutukan ALLAH, maka sesembahan mereka akan datang untuk menyiksa mereka. Orang yang di dunia menyembah sapi (bangsa Hindu) maka sapi yang akan menyiksa orang itu. Orang yang menyembah patung berbentuk hewan, maka patung itu yang akan menyiksanya. Dan demikian selanjutnya. Syirik disebut sebagai dosa yang paling besar menurut ALLAH, karena syrik berarti mensekutukan ALLAH atau menganggap ada mahluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat ALLAH. Syirik dapat pula berarti menganggap ada Tuhan lain selain ALLAH. Dalam Al-Qur’an terdapat pada surah (As-Syu’araa, ayat 91), (Asy-Syu’ara’) dan (Surah As-Saffat)
3.        NERAKA SAQAR
Tempat untuk orang-orang munafik, yaitu orang-orang yang mendustakan (tidak mentaati) perintah ALLAH dan Rasulullah. Mereka mengetahui bahwa ALLAH sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tetapi mereka meremehkan syariat (hukum) Islam. Maka dibakar dalam api adalah hukuman untuk mereka. Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surah (Al-Muddatsir ayat 26-27,42)
4.        NERAKA LAZZA
Neraka yang bergejolak apinya dan mengelupaskan kulit kepalanya. (QS:70. Al Ma´aarij] 15-18)
5.        NERAKA HUTHAMAH
Itu disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang-orang miskin. Mereka berpaling dari agama, tidak mau bersedekah dan tidak mau pula membayar zakat. Mereka juga memasang wajah masam apabila ada orang miskin yang meminta bantuan. Maka ALLAH membalas dengan menyiksa mereka dengan cara menguliti dan mengelupaskan kulit muka mereka. Serta membakar mereka semau yang ALLAH mau. NERAKA HUTHAMAH disediakan untuk gemar mengumpulkan harta berupa emas, perak atau platina, mereka serakah tidak mengeluarkan zakat hartanya dan mencela menghina orang-orang miskin. Maka di Huthamah harta mereka dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksa kepada manusia pengumpat pengumpul harta. Dalam Al-Qur’an terdapat pada surah (Al-Humazah)
6.        NERAKA SAIR
Diisi oleh orang-orang kafir. Dan orang yang memakan harta anak yatim. Kafir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar atau menolak. Sehingga kafir dapat diartikan menolak adanya ALLAH atau dengan membantah perintah ALLAH dan Rasul-NYA. Jadi manusia kafir itu terdiri dari: Orang yang tidak beragama Islam atau orang yang tidak mau membaca syahadat. Orang Islam yang tidak mau shalat. Orang Islam yang tidak mau puasa. Orang Islam yang tidak mau berzakat. Didalam Al-Qur’an terdapat pada (An-Nisa’ ayat 10), (Al-Mulk ayat 5,10,11)
7.        NERAKA WAIL
Disediakan untuk para pengusaha dan pedagang yang culas, mengurangi timbangan, mencalo barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat. Maka dagangan mereka dibakar dan dimasukkan ke dalam perut mereka sebagai azab atas dosa-dosa mereka. Surah (Al-Tatfif) dan (Surah At-Tur). Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surah (Al-Muthaffifin, ayat 1-3)
8.        NERAKA JAHANAM
Neraka tempat penyiksaan itu kemudian banyak disebut orang dengan nama jahanam. Neraka yang paling dalam dan berat siksaannya. Al-Qur’an surah (Al Hijr, 43-44).
“Bahwasanya orang-orang kafir dan orang aniaya itu tidak akan diampuni Allah, dan tidak pula ditunjuki jalan, melainkan jalan ke Neraka Jahannam. Mereka kekal dalam neraka itu selama-lamanya. Yang demikian itu mudah sekali bagi Allah”(An-Nisa: 169)

Followers

Animated Cool Shiny Blue Pointer
Powered By Blogger