Friday, 7 October 2022
Posted by Aswad Firmansyah Hanafi
No comments | Friday, October 07, 2022
Khutbah Pertama
فَيَا عِبَادَاللهُ اُوصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاالله . اِتَّقُواللهَ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن . أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ . يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Dalam kesempatan yang mulia ini marilah kita tadzakkur dan tafakkur, mengingat segala apa yang kita amalkan selama ini dan berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dalam arti kita berusaha melaksanakan segala usaha yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Sesuai dengan apa yang telah disampaikan dalam ajaran dan ketauladanan Nabi Muhammad saw
Terlebih lagi, bulan ini adalah bulan kelahiran manusia sempurna pilihan Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam, yakni Nabi Muhammad ﷺ. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu mencintai dan dicintai oleh rasulillah ﷺ dan akan mendapatkan syafaatnya di dunia sampai di akhirat kelak.
Hadirin,
Bulan ini adalah bulan yang sangat mulia. Bulan di mana lahir manusia pilihan Allah sebagai utusan di muka bumi, yakni Muhammad bin Abdillah. Beliau bukan hanya diutus untuk kalangan bangsa Arab saja bukan hanya diutus untuk kalangan tertentu, namun untuk seluruh manusia bahkan alam semesta. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat as-Saba’ ayat 28:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. As-Saba’[34]: 28).
Dari ayat tersebut, kita dapat mengetahui bahwa betapa mulianya Rasulullah, yang diutus kepada seluruh manusia bahkan alam semesta, merupakan rahmat yang bersifat luas. Dalam artian, diutusnya Rasulullah menciptakan kedamaian dan keselamatan dunia dan akhirat. Sepantasnya sebagai umatnya kita semua kaum muslimin bersyukur atas diutusnya Rasulullah dan senantiasa mencintai beliau dengan sepenuh hati, dengan kecintaan yang sebenar-benarnya. Karena dengan kemuliaan dan keutamaan Rasulullah di atas para Nabi dan Rasul, maka menjadi keutamaan bagi kita menjadi umat yang paling mulia.
لما دعا الله داعينا لطاعته
بأكرم الرسل كنا أكرم الأمم
Tatkala Allah panggil nabi pengajak kita karena ketaatannya kepada Allah Swt
Dengan panggilan rasul termulia, maka jadilah kita umat yang paling mulia
Hadirin,
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Hisyam bahwa ‘Umar bin Khattab ra berkata kepada Rasulullah SAW:
فَقَالَ لَهُ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ إِلاَّ مِنْ نَفْسِي. فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " لاَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ ". فَقَالَ لَهُ عُمَرُ فَإِنَّهُ الآنَ وَاللَّهِ لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ نَفْسِي. فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " الآنَ يَا عُمَرُ
Lalu Umar berkata, “Ya Rasulullah ﷺ, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri.” Kemudian Rasulullah ﷺ berkata, “Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, (imanmu belum sempurna) hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Kemudian Umar berkata, “Sekarang, demi Allah, engkau (Rasulullah ﷺ) lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Kemudian Rasulullah ﷺ berkata, “Saat ini pula wahai Umar
Mencintai Rasulullah SAW adalah suatu kewajiban bahkan merupakan bagian dari keimanan yang paling utama.
Kecintaan itu, meskipun adanya di dalam hati, namun tanda-tandanya terlihat secara nyata pada kehidupan lahiriyah seseorang. Mendahulukan kepentingan-kepentingan Rasulullah SAW atas kepentingan pribadi, dan menjadikan jalan hidup beliau sebagai panduan, adalah bukti dan bakti kecintaan kepada Rasulullah SAW
Rasulullah SAW adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Jasa Rasulullah SAW berupa petunjuk kepada agama Islam, sebagaimana firman Allah SWT,
وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ [الشورى : 52]
“…Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syuura: 52)
Perjuangan berat dan panjang yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat setia beliau, menjadi sebab datangnya hidayah Allah kepada kita semua pada saat ini, bahkan kekalnya agama Islam ini hingga akhir zaman.
Itu semua berkat perjuangan, kesabaran, dan pengorbanan yang dilakukan oleh Rasulullah saw
Jamaah yang dimuliakan Allah
Kita mencintai Rasulullah SAW karena kesempurnaan akhlak beliau.
Kesempurnaan akhlak Rasulullah SAW disampaikan langsung oleh Allah SWT:
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ [القلم : 4]
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. al-Qalam: 4)
Maka daripada itu, dengan kesempurnaan akhlak beliau, dengan kemuliaan yang dimiliki oleh beliau, yang Allah tanamkan pada diri beliau Saw, tidaklah pantas bila Rasulullah Saw dihinakan, tidaklah pantas bila Rasulullah Saw diremehkan oleh apapun bahkan siapapun
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Mencintai Rasulullah SAW bukan hanya di mulut saja dengan pengakuan, namun menyelisihi dan bersebrangan dengan jalan serta ajaran beliau.
Mencintai Rasulullah SAW diwujudkan dengan memperbanyak membaca sholawat dan juga menghidupkan sunnah-sunnah beliau.
Sunnah Rasulullah SAW adalah jalan dan metode beliau dalam menjalankan agama Islam ini.
Sunnah-sunnah Rasulullah SAW adalah penerjemahan agama secara langsung oleh manusia mulia yang diutus oleh Allah SWT sebagai panutan bagi umat manusia.
Sunnah-sunnah Rasulullah SAW meliputi aqidah tauhid, sisi ibadah, aspek akhlak dan muamalat.
Rasulullah SAW menjadi panutan dalam berakidah yang benar, jauh dari segala bentuk kemusyrikan dan penghambaan kepada selain Allah SWT. Rasulullah SAW adalah uswah dalam beribadah kepada Allah SWT, sifat istiqamah dalam bertaqarrub kepada Allah menjadi sifat utama Nabi SAW.
Jamaah yang dimuliakan Allah
Mari mewujudkan pengakuan cinta kita kepada junjungan Rasulullah SAW dengan senantiasa mempelajari segala aspek kehidupan beliau dan mengamalkannya dalam kehidupan kita.
Dan yang terpenting, kita patut memiliki sifat izzah dan kebanggaan sebagai umat Rasulullah SAW, karena kita telah dipilih menjadi umat dari Nabi yang paling mulia dan dimuliakan oleh Allah yang senantiasa dipuji dan disanjung, bahkan sanjungan dan pujian tersebut tidak pernah diberikan kepada siapapun, meskipun segelintir orang memiliki kedengkian kepada Rasul junjungan kita.
Perlihatkan kepada mereka, orang-orang yang membenci Rasulullah dan kita sekalian sebagai umat beliau, bahwa kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW pasti akan tegak, dan agama Islam pasti akan jaya.
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu bershalawat dan menjalankan sunnah Rasulullah sebagai bukti dan bakti cinta kita. Dan kita semua akan mendapatkan cinta dan syafaat dari beliau Rasulullah Muhammad ﷺ, amiin ya Rabbal ‘alamin.
أقول قولي هذا و أستغفر الله لي و لكم و لسائر المسلمين و المسلمات من كل ذنب فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
بَارَكَ الله ُلِى وَلَكُمْ فِي اْلقُرْاَنِ اْلعَظِيمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِاْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمِ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَنَا وَاِيَّكُمْ عِبَادِهِ الْمُتَّقِيْنَ وَاَدَّبَنَا بِالْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ الَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. َاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ : فَيَا اَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلٰئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىِّ ۚ يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوْاصَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Friday, 22 September 2017
Thursday, 21 September 2017
Tuesday, 19 September 2017
Monday, 22 February 2016
Tuesday, 16 February 2016
Posted by Aswad Firmansyah Hanafi
No comments | Tuesday, February 16, 2016
Bagaimana kau dapat menuntut imbalan atas amal, padahal Allah yang menyedekahkan amal itu kepadamu? Bagaimana kau dapat meminta ganjaran atas keikhlasan, padahal Allah yang menghadiahkan keikhlasan itu kepadamu?
- Ibnu Atha’illah al Iskandari -
Bagaimana Kita Meminta pahala atas amal yang telah Allah swt sedekahkan untuk kita? Tentu sikap ini tidak layak bagi kita karena manusia tidak meminta imbalan dari orang lain, kecuali ia mengerjakan satu pekerjaan yang manfaatnya kembali kepada orang itu.
Allah swt sama sekali tidak membutuhkan diri kita dan amal kita sebagai manusia, karena manfaat dari amal itu hanya akan kembali kepada diri kita, bukan kepada Allah swt. Allah swt pun tidak mengambil keuntungan dari amal kita, jika kita mendirikan shalat tiada keuntungan atau manfaat bagi Allah swt, sebaliknya jika kita tidak mendirikan shalat maka Allah swt pun tidaklah merugi. Kitalah sebagai manusia yang merupakan seorang hamba yang selalu membutuhkan Tuannya. Dalam beramal, kita tidak layak meminta balasan atas keikhlasan, karena keikhlasan itu adalah hadiah Allah swt untuk kita.
Ibnu Atha’illah mengungkapkan amal dengan lafal “menyedekahkan”, sedangkan untuk keikhlasan dengan lafal “menghadiahkan”. Hal itu dimaksudkan untuk menjelaskan perbedaan di antara keduanya (amal dan keikhlasan) dalam hal kemuliaan, seperti perbedaan antara sedekah dan hadiah. Sedekah diberikan kepada kaum fakir, sedangkan hadiah diberikan kepada orang-orang kaya sehingga hadiah lebih menunjukkan kehormatan orang yang diberi hadiah itu.
Kitab Syarh al Hikam
As Syaikh al Imam Tajuddin Ahmad bin Muhammad bin Abdul Karim bin Atha’illah al Iskandari
Buletin Majelis Dzikir wa Sholawat Al 'Arifi
Posted by Aswad Firmansyah Hanafi
No comments | Tuesday, February 16, 2016
عَقِيْدَةُ الْعَوَامِ
نَظْمُ الشَّيْخِ أَحْمَدَ الْمَرْزُوْقِيِّ اْلمَالِكِيِّ
أَبْـدَأُ بِـاسْــمِ اللهِ وَالرَّحْـمَـنِ وَبِالرَّحِـيْـمِ دَائـِمِ اْلإِحْـسَـانِ
فَالْحَـمْــدُ ِللهِ الْـقَـــــدِيْـــمِ اْلأَوَّلِ اَلآخِـرِ الْبَاقـِيْ بِلاَ تَحَــوُّلِ
ثُمَّ الـصَّلاَةُ وَالسَّـلاَمُ سَــرْمَــدَا عَلَى الـنَّـبِيِّ خَيْرِ مَنْ قَدْ وَحَّــدَا
وَآلِــهِ وَصَـحْبِهِ وَمَـنْ تَـبِـعْ سَـبِيْلَ دِيْــنِ الْحَقِّ غَيْرَ مُـبْـتَـــدِعْ
وَبَعْدُ فَاعْلَـمْ بِوُجُـوْبِ الْمَعْرِفَـهْ مِنْ وَاجِـبٍ ِللهِ عِشْـــرِيْنَ صِفَـهْ
فَاللهُ مَوْجُـوْدٌ قَـدِيْــمٌ بَاقِــي مُخَـالـِــفٌ لِلْـخَــلْــقِ بِــاْلإِطْلاَقِ
وَقَـائِمٌ غَـنِيْ وَوَاحِـــدٌ وَحَـيّ قَادِرْ مُـرِيْــدٌ عَـالِمٌ بِـكُلِّ شَيْ
سَـمِـيـْعٌ نِ اْلبَصِيْرْ وَالْمُتَـكَلِّـمُ لَـهُ صِـفَـاتٌ سَـبْـعَـةٌ تَـنْـتـــَظِمُ
فَــقُــدْرَةٌ إِرَادَةٌ سـَـمْــعٌ بـَـصَرْ حَـيَـاةٌ نِ الْعِلْـمُ كَلاَمٌ نِ اسْـتَمَـرْ
وَجَائــِزٌ بِـفَـضْـلِهِ وَ عَدْلِـهِ تَـرْكٌ لـِــكُلِّ مُمْــكِـنٍ كَفِعْــلِهِ
أَرْسَـــــلَ أَنْبِيَـا ذَوِي فَــطَـانَهْ بِالصِّدْقِ وَالتَــبْـلِـيْغِ وَاْلأَمَـانَـهْ
وَجَــائِــزٌ فِي حَـقِّــهِمْ مِنْ عَرَضِ بِغَيْـرِ نَقْصٍ كَخَـفِيْفِ الْمَـرَضِ
عِصْـمَـتُهُمْ كَسَـائِرِ الْمَـــلاَئِكَهْ وَاجِـبَــةٌ وَفَاضَـــلُوا الْمَـلاَئِكَهْ
وَالْمُسْــــتَـحِيْـلُ ضِـــدُّ كُلِّ وَاجِبِ فَاحْـــفَـــظْ لِخَمْسِــيْنَ بِحُـكْمٍ وَاجِبِ
تَفْــــصِيْلُ خَمْسَةٍ وَعِشْـرِيْنَ لَزِمْ كُـلَّ مُـكَلَّـفٍ فَحَـقِّقْ وَاغْـتَنِـــمْ
هُمْ آدَمٌ اِدْرِيْسُ نُـــوْحٌ هُــــوْدُ مَـعْ صَالِـحْ وَإِبْرَاهِـيْـمُ كُلٌّ مُـتَّبَـــعْ
لُوْطٌ وَاِسْـمَاعِيْلُ اِسْحَـاقُ كَذَا يَعْقُـوبُ يُوسُـفُ وَأَيُّوْبُ احْــتَذَى
شُعَيْبُ هَــارُوْنُ وَمُوْسَى وَالْيَسَعْ ذُو الْكِـفْلِ دَاوُدُ سُلَيْمَـانُ اتَّـبَـعْ
إلْيَـاسُ يُوْنُسُ زَكَرِيـَّا يَحْــيَى عِيْــسَـى وَطَـهَ خَــاتِمٌ دَعْ غَـيَّا
عَلَـيْهِمُ الصَّـلاَةُ وَالسَّـلاَمُ وَآلِـهِمْ مـَـا دَامَـتِ اْلأَيـَّامُ
وَالْمَــلَكُ الَّـذِيْ بِلاَ أَبٍ وَأُمْ لاَ أَكْلَ لاَ شُـرْبَ وَلاَ نَوْمَ لَـهُـمْ
تَفْـصِـيْلُ عَشْرٍ مِنْهُــمُ جِبْرِيْلُ مِـيْـكَـالُ اِسْـرَافِيْـــلُ عِزْرَائِيْـــلُ
مُنْـــكَرْ نَـكِــيْرٌ وَرَقِيْبٌ وَكَذَا عَتِـيْــدٌ مَـالِكٌ ورِضْــــــوَانُ احْتَـذَى
أَرْبَـعَـةٌ مِنْ كُتُبٍ تَـفْصِيْــلُهَا تَـــوْارَةُ مُوْسَى بِالْهُــدَى تَـنْـزِيْـلُهَا
زَبُــوْرُ دَاوُدَ وَاِنْجِـيْــلُ عَلَى عِيْـسَى وَفُــرْقَـانُ عَلَى خَيْرِ الْمَلاَ
وَصُحُـفُ الْخَـلِيْــلِ وَالْكَلِيْـمِ فِيْهَــا كَلاَمُ الْـحَـكَمِ الْعَلِـيْــــمِ
وَكُـلُّ مَا أَتَى بِهِ الـرَّسُــوْلُ فَحَـقُّـهُ التَّسْـلِـيْمُ وَالْقَبُـــوْلُ
إِيْـمَـانُنَا بِـيَـــوْمِ آخِــرٍ وَجَبْ وَكُلِّ مَــا كَانَ بِـهِ مِنَ الْعَـجَبْ
خَـاتِمَةٌ فِي ذِكْرِ بَــاقِي الْوَاجِبِ مِمَّــا عَـلَى مُكَلَّفٍ مِنْ وَاجِبِ
نَبِـيُّـنَا مُحَمَّدٌ قَدْ أُرْسِــلاَ لِلْـعَـــالَمِـيْـنَ رَحْـــمَةً وَفُضِّلاَ
أَبـُـوْهُ عَبْــدُ اللهِ عَبْدُ الْمُطَّلِـبْ وَهَاشِـمٌ عَبْــدُ مَنَـافٍ يَنْتَسِـبْ
وَأُمُّـهُ آمِـنَـــةُ الـزُّهْرِيـَّهْ أَرْضَـعَتْهُ حَلِيْمَةُ السَّـعْدِيـَّـهْ
مَوْلـِدُهُ بِمَـكَّـةَ اْلأَمِيْــنَهْ وَفَـاتُـهُ بِـطَـيْـبَـةَ الْـمَدِيْنَهْ
أَتَـمَّ قَـبْــلَ الْـوَحْيِ أَرْبَعِيْنَــا وَعُـمْــرُهُ قَدْ جَــاوَزَ السِّـتِّيْنَا
وَسَـبْـعَةٌ أَوْلاَدُهُ فَمِـنْـهُـمُ ثَلاثَـةٌ مِـنَ الذُّكـُوْرِ تُـفْهَــمُ
قَاسِـمْ وَعَبْدُ اللهِ وَهْوَ الطَّيِّبُ وَطَاهِـــرٌ بِذَيْـنِ ذَا يُـلَـقَّبُ
أَتَاهُ إبْرَاهِـيْــمُ مِنْ سَـــرِّيـَّهْ فَأُمُّهُ مَـارِيَّةُ الْـقِـبْـطِـيَّـهْ
وَغَيْـرُ إِبْرَاهِيْــمَ مِنْ خَـدِيْجَـهْ هُمْ سِتَـةٌ فَخُـذْ بِهِمْ وَلِـيْجَـهْ
وَأَرْبَعٌ مِـنَ اْلإِنَـاثِ تُـذْكَــرُ رِضْوَانُ رَبِّي لِلْجَمِـيْعِ يُذْكَـرُ
فَاطِـمَـةُ الزَّهْـرَاءُ بَعْلُهَا عَلِيْ وَابْنَاهُمَـا السِّـبْطَانِ فَضْلُهُمُ جَــلِيْ
فَـزَيْـنَبٌ وَبَعْــدَهَـــا رُقَـيَّهْ وَأُمُّ كُـلْـثُـومٍ زَكَـتْ رَضِيَّـهْ
عَنْ تِسْعِ نِسْـوَةٍ وَفَاةُ الْمُصْطَفَى خُـيِّـرْنَ فَـاخْـتَرْنَ النَّـبِيَّ الْمُقْتـــَفَى
عَائِشَـةٌ وَحَفْصَـةٌ وَسَــوْدَةُ صَـفِيَّــةٌ مَـيْـمُـوْنَةٌ وَ رَمْـلَةُ
هِنْدٌ وَ زَيْـنَبٌ كَذَا جُـــوَيـْــرِيَـــهْ لِلْمُـؤْمِـنِــيْنَ أُمَّـهَـاتٌ مَرْضِـيَّـهْ
حَمْزَةُ عَمُّـهُ وعَـبَّــاسٌ كَذَا عَمَّـتُـهُ صَـفِيَّـةٌ ذَاتُ احْـتِذَا
وَقَبْـلَ هِجْـرَةِ النَّـبِيِّ اْلإِسْـرَا مِـنْ مَـكَّةَ لَيْـلاً لِقُدْسٍ يُدْرَى
وَبَعْدَ إِسْـرَاءٍ عُرُوْجٌ لِلسَّـمَـا حَتَّى رَأَى النَّـبِيُّ رَبًّـا كَـلَّمَــا
مِنْ غَيْرِكَيْفٍ وَانْحِصَـارٍ وَافْـتَرَضْ عَلَيْهِ خَمْسًا بَعْدَ خَمْسِـيْنَ فَرَضْ
وَبَـلَّـغَ اْلأُمَّــةَ بِاْلإِسْـــرَاءِ وَفَـرْضِ خَـمْـسَـةٍ بِلاَ امْــتِرَاءِ
قَدْ فَـــازَ صِـدِّيْقٌ بِتَصْـدِيْقٍ لَهُ وَبِالْعُــرُوْجِ الصِّدْقُ وَافَى أَهْلَهُ
وَهَـذِهِ عَقِيْـدَةٌ مُخْـــتَصَرَهْ وَلِلْـعَـوَامِ سَـهْــلَةٌ مُيَسَّـرَهْ
نَاظِمُ تِلْكَ أَحْـمَدُ الْمَــرْزُوْقِيْ مَنْ يَنْتَمِي لِلصَّـادِقِ الْمَصْدُوْقِ
وَ الْحَمْـدُ ِللهِ وَصَـلَّى سَـلَّمَـا عَلَـى النَّبِيِّ خَيْرِ مَنْ قَدْ عَلَّـمَا
وَاْلآلِ وَالصَّـحْبِ وَكُلِّ مُرْشِــدِ وَكُلِّ مَـنْ بِخَــيْرِ هَدْيٍ يَقْتَدِيْ
وَأَسْـأَلُ الْكَرِيْمَ إِخْلاَصَ الْعَمَـلْ ونَفْعَ كُلِّ مَنْ بِهَــا قَدِ اشْـتَغَلْ
أَبْيَاتُهَـــا مَيْـزٌ بِـعَدِّ الْجُمَــلِ تَارِيْخُــهَالِيْ حَيُّ غُرٍّ جُمَـلِ
سَـمَّيْـتُهَــا عَـقِـيْــدَةَ الْعَـوَامِ مِـنْ وَاجِبٍ فِي الدِّيْنِ بِالتَّمَـامِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَـمَّدْ وَعَلَى آلِهِ وَصّحْبِهْ وَسَلَّــمْ
Ditulis ulang oleh:
Aswad Firmansyah MH
26 Rabiul Akhir 1437 H / 05 Februari 2016 M
Wednesday, 4 November 2015
Posted by Aswad Firmansyah Hanafi
No comments | Wednesday, November 04, 2015
Subscribe to:
Posts (Atom)






